Pakis Itu Paku?

 

         Source: https://www.youtube.com/watch?v=62L_I6nvWEw

Klasifikasi

Kingdom         : Plantae

Divisi              : Pteridophyta

Kelas               : 1. Psilotopsida

                          2. Equisetopsida

                          3. Marratiopsida

                          4. Polypodiopsida

       Pakis atau paku-pakuan adalah nama yang populer untuk menyebutkan tumbuhan dalam divisi Pteridophyta. Tumbuhan ini dikenal sebagai kormofita berspora karena memiliki akar, batang, serta daun sejati yang bereproduksi dengan menggunakan spora. Spora adalah unit reproduksi tunggal suatu organisme tertentu yang digunakan sebagai alat reproduksi aseksual dan bertahan hidup dalam kondisi lingkungan buruk. Tumbuhan paku adalah jenis tumbuhan berkromus (istilah dalam botani untuk menunjuk tumbuhan yang memiliki struktur akar, batang, dan daun yang jelas) serta berpembuluh paling sederhana.

      Pakis atau paku-pakuan  adalah salah satu jenis tumbuhan perintis, artinya adalah bahwa jenis tumbuhan ini memiliki kemampuan bertahan dalam kondisi lingkungan ekstrem sebagai perintis suatu lahan. Tumbuhan ini sering kali dijumpai pada lingkungan yang lembap dan cenderung berada di bawah naungan seperti lantai hutan atau tebing. Nama pakis biasanya sering digunakan untuk menyebutkan jenis Pteridophyta yang tumbuh secara terestrial dan memiliki daun yang lebat, sedangkan nama paku-pakuan umumnya digunakan untuk menyebutkan jenis Pteridophyta yang tumbuh secara epifit dan memiliki daun yang cenderung kecil (compact). Beberapa jenisnya hidup dan tumbuh secara alamiah pada lingkungan yang basah dan terendam air. Tumbuhan dalam divisi ini dapat dikenali dengan beberapa ciri sebagai berikut:

  1. Akar, batang, dan daunnya memiliki berkas pembuluh angkut berupa xylem dan floem.
  2. Tumbuh dengan baik pada lingkungan yang lembap dan penuh naungan.
  3. Tidak berbunga dan menghasilkan biji dan berkembang biak menggunakan spora yang terdapat pada kantung spora bernama sporangium.
  4. Daun yang masih muda menggulung disebut fiddlehead, daun tua yang menghasilkan spora disebut sporofil, daun yang tidak berspora dan berfungsi sebagai tempat fotosintesis disebut tropofil.
  5. Umumnya memiliki rhizom atau rimpang yang berada di dalam tanah dan berfungsi mirip batang.
  6. Mengalami metagenesis atau pergiliran keturunan.

  Tahapan metagenesis atau pergiliran keturunan ini terbagi dalam dua generasi, yaitu gametofit dan sporofit. Pada tempat yang cocok, spora tumbuhan ini akan berkembang menjadi portalium yang merupakan generasi penghasil gamet yang disebut sebagai generasi gametofit. Pada fase dewasa, anteredium (kelamin jantan) dan arkegonium (kelamin betina) telah terbentuk. Anteredium akan menghasilkan spermatozoid yang akan bertemu dengan ovum dari arkegonium. Pada pertemuan ini akan terbentuk zigot diploid (2n) yang akan segera berkembang menjadi tumbuhan paku yang sering kita lihat sehari-hari sebagai generasi sporofit. Generasi ini adalah fase yang paling dominan dalam tahapan metagenesis tumbuhan pakis atau paku-pakuan. Beberapa genus tumbuhan dalam divisi ini yang sering ditemukan di lingkungan sekitar adalah sebagai berikut:

  1. Adiantum (termasuk di dalamnya yaitu: suplir)
  2. Aglomorpha
  3. Angiopteris
  4. Asplenium (termasuk di dalamnya yaitu: kadaka)
  5. Cyathea (termasuk di dalamnya yaitu: pakis monyet)
  6. Davalia
  7. Diplazium (termasuk di dalamnya yaitu: pakis sayur)
  8. Drynaria
  9. Dryopteris
  10. Nephrolepis
  11. Platycerium (termasuk di dalamnya yaitu: tanduk rusa)
  12. Pteris
  13. Pyrrosia (termasuk di dalamnya yaitu: paku sisik naga)
  14. Tectaria

          Pemanfaatan jenis tumbuhan ini tergolong beragam. Morfologi tumbuhan yang eksotis menjadi daya tarik bernilai ekonomis bagi beberapa orang sehingga menjadikannya sebagai salah satu pilihan koleksi tanaman hias, seperti beberapa jenis Adiantum (suplir), Asplenium (kadaka), dan Peris (P. ensiformis). Beberapa jenis lainnya dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi seperti Diplazium (pakis sayur), Asplenium di Taiwan, dan Chyatea di Selandia Baru. Karena jenis tumbuhan ini merupakan salah satu jenis tumbuhan perintis yang mampu hidup dan tumbuh dengan baik di lingkungan ekstrem, Pteridophyta sering dijadikan sebagai alternatif bioremediasi. Bioremediasi adalah penguraian limbah dengan bantuan makhluk hidup. Salah satu jenis tumbuhan yang telah diteliti mampu menjadi alternatif bioremediasi penyerap logam berat adalah Pteris vittata.

Referensi:
Ensiklopedia digital: Wikipedia.com. https://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_paku, diakses pada 31 Mei 2025 pukul 18.25.
Gramedia.com. https://www.gramedia.com/literasi/tumbuhan-paku-pterydophyta/?srsltid=AfmBOoqicZWppV84GMe1G4MIJHRCkjBu2bBWHXr6QyLUp_8w1dFldhqT, diakses pada 31 Mei 2025 pukul 18.45.

 

 

 


Komentar

Postingan Populer